15 Maret 2013

Boromania Berharap CEO Persibo dari Lokal

Prestasi Persibo Bojonegoro menurun tajam setelah didera berbagai masalah. Agar masalah segera selesai, Boromania-sebutan suporter Persibo-berharap CEO Laskar Angling Dharma dari lokal Bojonegoro saja.

Informasi yang didapat blokBojonegoro.com, beberapa kali pemain mengancam mogok main, lantaran belum dikontrak. Saat akan menjamu PSM Makasar di ajang Indonesian Premier League (IPL), di Stadion Letjen H Sudirman beberapa waktu lalu, para pemain bermain terpaksa.

Dalam laga AFC Cup di Manahan Solo juga tak jauh beda. Saat hendak menjamu New Radiant, para pemain mengancam mogok. Meskipun bermain, Laskar Angling Dharma harus kalah 0-7 di depan Boromania.

Presiden Boromania Jasmo mengatakan CEO harus orang Bojonegoro agar bisa memperhatikan Persibo Bojonegoro. "Boromania berharap CEO dari lokal Bojonegoro," katanya.

Sempat juga dikabarkan, saham Persibo Bojonegoro dibeli Habil Marathi. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan dari pengusaha kaya raya tersebut. Serta tiga solusi yang ditawarkan Bupati Bojonegoro Suyoto tidak terealisasi hingga kini.

Kata Gusnul Yakin : Pelatih Persibo Bojonegoro Gusnul Yakin mengatakan, gol 0-7 pada laga kemarin merupakan kekalahan memalukan yang pertama bagi Persibo Bojonegoro. "Kemungkinan, banyaknya masalah menjadi faktor penyebab kekalahan ini," jelasnya.

Seperti yang diketahui, lini belakang dan depan Laskar Angling Dharma begitu lemah. Semisal saja, Juan Marcelo Cirelli yang sejatinya ditempatkan sebagai libero, sering meninggalkan posnya, untuk maju membantu lini depan.

Sementara, di sisi lain, permainan New Radiant jauh lebih disiplin katimbang Laskar Angling Dharma. Ditambah, situasi Persibo Bojonegoro kurang harmonis baik pemain dan manajemen, terkait kontrak.

Ditambahkan, sebenarnya kesebelasan yang diturunkan pada laga home Persibo kemarin bukan atas kemauan Gusnul. Namun, kondisi materi pemain yang terbatas membuat pelatih tidak ada pilihan lain. "Adanya pemain terbatas, jadi dengan terpaksa menurunkan para pemain yang ada," pungkasnya.

Laga kemarin sore sembat terhambat. Lantaran pemain kompak mogok main, karena haknya tidak dipenuhi.

Usai laga tersebut, seluruh pemain langsung mendatangi tribun belakang gawang. Wahyu Teguh dan kawan-kawan meminta maaf pada Boromania, yang menyaksikan secara langsung di Stadion Manahan Solo.

Baca Selengkapnya

Gusnul Yakin: Kekalahan Memalukan Persibo

Kekalahan besar yang diderita Persibo Bojonegoro di AFC Cup 2013 membuat pelatih Gusnul Yakin kecewa berat. Dia langsung mengutarakan bila kekalahan 7-0 yang dialami Persibo dari New Radiant SC sungguh memalukan. Bermain di kandang sendiri di Stadion Manahan, Solo, Selasa (12/3), Persibo dibantai lawannya 7-0.

Ini kekalahan terbesar yang dialami klub Indonesia di AFC Cup. Tak hanya itu. Gawang Persibo sudah kemasukan sepuluh gol. Pasalnya pada laga pertama, mereka dihajar klub Myanmar, Yangon United 3-0.

Dalam pertandingan, Persibo lebih banyak mendapat tekanan. Bahkan tidak ada serangan yang membahayakan gawang Imran Mohamed. Praktis kapten tim dari Maladewa ini tak pernah menghadapi kesulitan.

"Saya sungguh menyesal. Ini kekalahan yang memalukan. Harus diakui, kualitas pemain kami masih di bawah. Bagaimana tidak, mereka belum punya pengalaman bermain di kompetisi ISL maupun IPL. Beberapa di antara mereka merupakan pemain amatir. Di pertandingan ini pun kami hanya menggunakan satu kiper," ungkap Gusnul.

Selain kalah kualitas, pemain juga tidak menjalankan instruksi pelatih. Mereka tidak memiliki motivasi tinggi, disiplin dan seperti bermain sendiri.

"Lini belakang sama sekali tidak disiplin. Instruksi pun tidak jalan karena mereka bermain tidak di posisinya. Ada pemain belakang yang ikut menyerang sehingga meninggalkan satu rekannya sendirian di belakang," katanya.

Gusnul mengakui Persibo dihantam berbagai masalah sebelum menghadapi New Radiant. Akibatnya, dia mengalami kesulitan membangkitkan motivasi pemain. Gusnul hanya berharap tim bisa tampil lebih baik di laga berikutnya.

Meski peluang lolos makin tipis setelah dua kali menelan kekalahan, namun Gusnul berharap tim tetap melakukan yang terbaik. "Kami berharap tampil lebih baik lagi di laga berikutnya," pungkas Gusnul.

Baca Selengkapnya

04 Maret 2013

Boromania Sumbang Dana ke Persibo

Bojonegoro - Kepedulian Boromania terhadap Persibo layak diacungi jempol. Komunitas suporter fanatik Persibo itu ikut kepikiran dengan krisis keuangan yang membelit tim kesayangan mereka. Tak hanya memberikan dukungan langsung di stadion, Boromania bergerak lebih jauh dengan melakukan penggalangan dana.

Minggu (3/3) sore, saat jeda pertandingan Persibo melawan PSM di Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, menyerahkan donasi Rp 4 juta. Sumbangan yang dikumpulkan dari pihak-pihak yang peduli terhadap nasib Persibo itu diterima langsung manajer Nur Yahya. "Hari ini kita serahkan sumbangan Rp 4 juta untuk Persibo. Ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap Persibo yang tengah mengalami kesulitan keuangan," kata Presiden Boromania Jasmo Priyanto, seperti dilansir laman resmi PT LPIS, Senin (4/3/2013).

Siapa sangka, beberapa menit setelah pertandingan berakhir Jasmo mengumumkan berhasil mengumpulkan dana tambahan senilai Rp 10 juta. "Yang ini akan kami serahkan saat pertandingan melawan Perseman tanggal 7 Maret nanti," ujarnya. Dikatakan Jasmo, penggalangan dana bagi Persibo akan terus dilakukan sampai tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu betul-betul mandiri.

"Kita cari dana dari teman-teman pengusaha yang peduli sama Persibo. Sebab tahun ini kebutuhan dana Persibo cukup besar, kan harus bertarung di AFC Cup juga," sebut Jasmo. Pihaknya bersyukur dalam kondisi sulit seperti sekarang animo Boromania untuk datang langsung ke stadion cukup tinggi. Buktinya, pertandingan melawan PSM disaksikan tak kurang 5 ribu penonton. [uuk/but]

Baca Selengkapnya

Persibo Raih Kemenangan Perdana, PSM Kecewa Wasit

Bojonegoro – Persibo Bojonegoro akhirnya berhasil meraih kemenangan pertamanya saat menjamu PSM Makasar di Stadion Letjen H Soedirman, Minggu (03/03/2013) sore. Laskar Angling Dharma itu mampu menekuk Tim Juku Eja dengan skor 2-0 pada lanjutan laga Indonesia Primer League (IPL).

Dua gol tuan rumah, pada laga tersebut dicetak oleh sang kapten, Cirelli pada menit ke-67 (penalti) dan Bijahil Calwa pada menit ke 72.

Pertandingan sempat terhenti ketika anak asuh Petar Segrt sempat melakukan protes terhadap keputusan wasit Mukhlis Ali Fatoni yang memberikan tendangan penalti bagi Persibo sebelum lahirnya gol pertama tuan rumah.

Beberapa pemain sempat melakukan aksi dorong dengan wasit. Hingga keluar kartu merah dari sakunya untuk pemain PSM, Hendra Wijaya pada menit ke-65.

Unggul jumlah pemain, ritme permainan Persibo mulai meningkat. Bahkan, Persibo nyaris mendapatkan hadiah penalti kedua karena pelanggaran terhadap Wahyu Teguh di dalam kotak penalti. Namun, wasit melihat pelanggaran justru masih berada di luar kotak penalti.

Kejadian ini sempat disayangkan manajer Persibo, Nur Yahya. "Namun keputusan wasit tidak memberikan penalti," jelasnya.

Meski begitu, ia menilai kepemimpinan wasit masih netral. Dalam pertandingan itu, Persibo mendapat empat kartu kuning, sedangkan tim lawan satu kartu kuning dan satu kartu merah.

Penilaian berbeda justru datang dari pelatih PSM, Petar Segrt yang menyatakan jika keputusan wasit tidak fair. Ia merasa dirugikan atas kepemimpinannya. "Dalam mengambil keputusan, wasit tidak memiliki kepastian," keluhnya.

Namun, meskipun demikian ia tidak akan melakukan upaya melaporkan kepemimpinan wasit kepada PSSI. Sebab, sebelumnya sudah pernah melapor namun tidak ada tanggapan sama sekali. Ia menambahkan, bukan kali pertama timnya dirugikan wasit. "Saat melawan Palangkaraya juga sama. Kita mendapat dua kali penalti tapi dianulir wasit. Kita tidak bisa melakukan apa-apa," pungkasnya. [uuk/kun]

Baca Selengkapnya

03 Maret 2013

Pelatih PSM: Persibo Tim yang Solid

Bojonegoro - Pelatih PSM Makassar, Petar Segrt mengakui jika Persibo merupakan Tim yang solid jika bermain di kandang. Tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu selalu menggunakan 12 pemain lengkap saat bertanding di Stadion Letjen H Soedirman.

"12 pemain Persibo selalu kompak saat bermain di kandang. Apalagi pemain ke-12 Boromania yang selalu mendukung Persibo," ujarnya, Sabtu (02/03/2013).

Ia mengungkapkan, jika kekuatan suporter sangat mempengaruhi permainan tim pemenang Piala Indonesia 2012 itu. Sehingga ia sangat mewaspadai kekuatan Persibo dalam laga IndonesiaPrimer League (IPL) yang akan di helat di Stadion Letjen H Soedirman, Minggu (3/3/2013) besok.

Meskipun demikian, dengan kekuatan penuh yang dibawanya ia yakin mampu mencuri point dari Persibo. Apalagi sebelum pertandingan dihelat pemain Persibo sudah ada masalah dan sempat melakukan aksi mogok tanding karena meminta kejelasan kontrak. "Ini sangat mempengaruhi permainan Persibo nanti," ungkapnya.

Pelatih asal Kroasia itu menambahkan, ia sudah mengetahui kekuatan lawannya. Terutama saat Persibo menjalani laga community shield melawan Semen Padang beberapa wakktu lalu. PSM Makassar akan menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-4-2. "Kita sudah mengetahui kemampuan Persibo," jelasnya. [uuk/but]

Baca Selengkapnya

26 Februari 2013

Persibo Gagal Bawa Poin di Yangon

Yangon - Persibo Bojonegoro gagal membawa poin setelah ditaklukan oleh Yangon United 0-3.

Sejak awal pertandi ngan Persibo yang membawa pemain seadanya terus mendapat tekanan, namun hingga babak pertama usai kedudukan masih imbang 0-0.

DDi babak kedua Yangon United terus melakukan serangan dan pada menit '55 Kone berhasil mencetak gol ke gawang Persibo. Gol tambahan terjadi lagi pada menit '68 dan '93 juga dicetak oleh Kone Adema.

Hingga babak kedua usai kedudukan tetap tidak berubah dengan hasil 3-0 untuk tuan rumah Yangon United.[ted]

Baca Selengkapnya

22 Februari 2013

Kurnia Sandi Latih Kiper Persibo Bojonegoro

Bojonegoro - Mantan penjaga gawan Persebaya Surabaya Kurnia Sandi ditarik Pelatih Persibo Bojonegoro, Gusnul Yakin untuk melatih kiper Tim berjuluk Laskar Angling Dharma.

"Mulai hari ini saya melatih kiper Persibo karena permintaan Gusnul Yakin," ujar Sandi yang juga mantan kiper Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Jumat (22/02/2013).

Setelah gabung latihan dengan Persibo Sandi belum langsung memberikan intruksi, namun masih proses mengamati kemampuan penjaga gawang yang dimiliki klub yang mewakili AFC Cup itu. "Ini masih menyesuaikan dengan latihannya Persibo," ungkapnya.

Meskipun demikian, ia menilai jika kemampuan yang dimiliki pemain kiper Persibo masih belum ada yang terbentuk. Sehingga masih jauh dari harapan. "Masih jauh dari harapan, sehingga masih butuh pemain kiper lagi," katanya.

Ia tidak khawatir terkait keuangan Persibo Bojonegoro. Menurutnya hampir semua tim sepak bola di Indonesia saat ini sedang dilanda krisis keuangan. Kurnia Sandi juga bangga bisa menangani klub di daerah. Klub seperti Persibo yang ada didaerah dan mewakili AFC Cup ini merupakan sebuah kebanggan tersendiri.

Status dia di kota Ledre ini masih sebatas kontrak secara lisan. "Kalau secara formal kontrak belum. Jadi masih sebatas pembicaraan saja," ungkapnya.

Kurnia Sandi juga belum mengetahui apakah ia bisa mendampingi Laskar Angling Dharma saat bertandang ke Myanmar dalam laga AFC Cup pada 26 Februari 2013 nanti. Semuanya ia serahkan kepada Manajemen Persibo Bojonegoro.

Sementara itu, Manajer Persibo Bojonegoro, Nur Yahya mengatakan Kurnia Sandi dijadikan pelatih penjaga gawang karena Persibo memang butuh. Selain banyak pengalaman, Kurnia Sandi dipercaya melatih Persibo Bojonegoro karena juga merupakan mantan pemain Timnas Indonesia. [uuk/ted]

Baca Selengkapnya

Salam Damai Bersaudara


Geotoolbar